Minggu, 25 Desember 2016

RPP "Larutan Elektrolit & Nonelektrolit


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                   :  SMA ............   
Mata pelajaran        :  Kimia
Kelas/Semester       :  X/Genap
Materi Pokok          :  LarutanElektrolit dan Non Elektrolit
Sub pokok              :  Mengelompokkan  Larutan Ke dalam Larutan
                                   Elektrolit dan Nonelektrolit Berdasarkan Sifat
                                   Hantaran Listrik
AlokasiWaktu         :  15 menit

I.          Kompetensi Inti (KI)
KI 1 :   Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 :   Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 :   Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4      : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

II.       Kompetensi Dasar dan Indikator
2.1     Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator :
2.1.1        Mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
2.1.2        Mensyukuri adanya keteraturan partikel dalam  larutan elektrolit sehingga dapat menghantarkan arus listrik sebagai wujud 0kebesaran Tuhan YME
2.1.3        Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Esa adalah yang terbaik di dalam kehidupan kita.
2.2     Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 
Indikator :
2.2.1        Menunjukkan rasa ingin tahu dengan antusias dalam mengikuti pembelajaran tentang larutan elektrolit dan non-elektrolit
2.2.2      Menunjukan sikap yang teliti dalam melakukan percobaan daya hantar listrik
2.2.3      Menunjukan prilaku jujur dalam menuliskan data hasil percobaan.
2.3     Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator:
2.3.1    Menunjukkan sikap santun, toleran, dan peduli lingkungan selama Pelajaran berlangsung pada saat menentukan larutan untuk menguji daya hantar listrik.
2.3.2        Menunjukkan sikap menghargai pendapat orang lain, dalam diskusi.
2.4     Menunjukkan perilaku responsive dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Indikator:
2.4.1   Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif  dengan terlibat melakukan diskusi jenis larutan untuk menentukan uji dayahantar listrik.
2.5 Menganalisis sifat  larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
Indikator:
2.5.1.   Menyebutkan jenis dan ciri-ciri dari larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit
2.5.2.   Mengelompokkan larutan kedalam larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya.



III.    Tujuan Pembelajaran
     Setelah mengikuti proses pembelajaran larutan elektrolit dan larutan  non elektrolit, peserta didik dapat:
1.         menyadari adanya keteraturan sifat hantar listrik pada larutan sebagai wujud kebesaran Tuhan YME.
2.         menunjukkansikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok.
3.         menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai, dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggung jawab.
4.         menyebutkan pengertian larutan elektrolit dan  non elektrolit.
5.         menjelaskan sifat-sifat larutan elektrolit dan  nonelektrolit  saat diskusi kelompok.
6.         mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
7.         menyimpulkan sifat larutan berdasarkan daya hantar listrik larutan elektrolit dan larutan  non elektrolit.

IV.   Pendekatan Pembelajaran
Saintifik
V.       Metode Pembelajaran
Diskusi
VI. Model Pembelajaran :
Students Teams Achievment (STAD)
VI.   Materi Ajar

Salah satu sifat larutan yang penting ialah dayahantar listrik. Oleh karena itu kita akan membahas larutan elektrolit dan non elektrolit.
1.    Penggolongan Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik
Data ekperimen uji daya hantar listrik terhadap beberapa larutan
Dari data tabel diatas, tampak bahwa:
1.      Arus listrik yang melalui larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur dapat menyebabkan lampu menyala terang dan timbul gas di sekitar elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur memiliki daya hantar listrik yang baik.
2.      Arus listrik yang melalui larutan asam cuka dan amonium hidroksida menyebabkan lampu tidak menyala, tetapi pada elektrode timbul gas. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam cuka dan amonium hidroksida memiliki daya hantar listrik yang lemah.
3.      Arus listrik yang melalui larutan gula dan larutan urea tidak mampu menyalakan lampu dan juga tidak timbul gas pada elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan gula dan larutan urea tidak dapat menghantarkan listrik.
Berdasarkan keterangan di atas, maka larutan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1.    Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, disebut larutan elektrolit.
Contoh: larutan asam sulfat, natrium hidroksida, garam dapur, asam cuka, dan amonium hidroksida.
2.      Larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, disebut larutan nonelektrolit.
Contoh: larutan gula dan larutan urea.
2.    Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah
Berdasarkan kuat-lemahnya daya hantar listrik, larutan elektrolit dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a.       Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna.
Indikator pengamatan: lampu  menyala terang dan  timbul gelembung gas pada elektrode. Contoh: larutan H2SO4, larutan NaOH, dan larutan NaCl.
b.      Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit yang mengalami sedikit ionisasi (teriontidak sempurna). Indikator pengamatan: lampu tidak menyala atau menyala redup dan timbul gelembung gas pada elektrode.
Contoh: larutan CH3COOH dan larutan NH4OH.
Secara umum, perbedaan antara larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah dapat disimpulkan sebagai berikut.
Perbedaan larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah
Gambar (a) Larutan elektrolit kuat (lampu menyala terang), (b) larutan elektrolit lemah (lampu menyala redup), dan (c) larutan nonelektrolit (lampu tidak menyala)
3.    Reaksi Ionisasi Larutan Elektrolit
Berdasarkan keterangan sebelumnya telah kita ketahui bersama bahwa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena dapat mengalami reaksi ionisasi menjadi ion-ionbermuatan listrik, sedangkan larutan nonelektrolit tidak mengalami reaksi ionisasi menjadi ion-ion bermuatan listrik.Pertanyaan yang timbul sekarang adalah bagaimana cara menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit? Silakan mengikuti pedoman penulisan reaksi ionisasi berikut ini.
Kita dapat dengan mudah menuliskan reaksi ionisasi suatu larutan elektrolit hanya dengan mengikuti pedoman penulisan reaksi ionisasi larutan elektrolit. Anda harus memahami pedoman tersebut jika ingin bisa menuliskan reaksi ionisasinya.
Pedoman penulisan reaksi ionisasi sebagai berikut.
1.      Elektrolit Kuat
a.      Asam kuat

2.      Elektrolit lemah









VIII. Langkah - langkah Pembelajaran
1.         Kegiatan Awal        : (3 menit)
AKTIVITAS
Nilai yang Ditanamkan
AlokasiWaktu
Guru
Siswa
·       Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian menanyakan kabar peserta didik.
·       Guru mempersilahkan siswa untuk berdo’a sesuai agama dan kepercayaan masing- masing

·       Guru Mengecek kehadiran peserta didik dan tugas rumah

·       Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk mengingat kembali materi sebelumnya.


·      Peserta didik menjawab salam dari guru



·      Siswa berdoa





·      Siswa mengacungkan tangan


·      Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan
·      Komunikatif
5 detik




30 detik





25 detik







Apersepsi:
·       Guru mengingatkan materi sebelumnya dan menginformasikan materi yang akan disampaikan.

Motivasi
Guru memotivasi :
·          Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata larutan. Peran larutan sangat penting diantaranya ialah cairan tubuh kita yang mengandung komponen larutan dari berbagai zat kimia, mineral yang terdapat di kulit bumi kebanyakan ditemukan dalam bentuk larutan, serta reaksi kimia di laboratorium dan industri kebanyakan berlangsung dalam bentuk larutan dan pernahkahkalian memperhatikan orang yang mencariikan di sungai dengan cara menyetrum, apa yang terjadi? Ternyata di sekitar alat setrum tersebut tiba-tiba muncul banyak ikan yang mengapung karena telah mati. Mengapa ikan-ikan disekitar alat penyetrum bisa mati? Apakah air sungai dapat menghantarkan arus listrik?

·          Dalam bab ini kita akan mempelajari tentang daya hantar listrik larutan elektrolit dan nonelektrolit

·         Guru Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran produk, proses, psikomotor, keterampilan sosial, dan karakter.
·        Siswa mengingat kembali materi sebelumnya dan mendengarkan informasi yang disampaikan guru. Salah satu siswa menjawab pertanyaan guru.
·       Siswa mendengar kan motivasi yang diberikan oleh Guru.







































·         Siswa mendengarkan Tujuan yang disampaikan oleh Guru.




·      Komunikatif
















































Komunikatif, rasa ingin tahu.
1 menit








1 menit








































2.         Kegiatan Inti (10 menit)
Aktivitas Guru
AktivitasSiswa
Nilai yang Ditanamkan
AokasiWaktu
·       Guru memabagi siswa dalam beberapa  kelompok.

.
·     Siswa membagi kelompok

Tanggung
jawab, kerja keras.
1 Menit
·      Guru membagi LKS secara berkelompok
·     Siswa mengerjakan LKS yang diberikan Guru.

30 Detik
·       Guru memberi kesempatan mengajukan pertanyaan sehubungan pengamatannya pada pendahuluan, kemudian ditawarkan kepada siswa lain untuk menjawabnya.








·       Secara berkelompok, Siswa diminta mencari informasi dari buku sumber untuk menemukan penjelasan tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit serta hubungannya dengan sifat daya hantar listrik.

·     Siswa -mencari informasi dari sumber buku unutk menjawab LKS.
Komunikatif
1 menit
·      Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun, Guru meminta siswa secara berkelompok  berdiskusi tentang pengertian larutan elektrolit; serta hubungan daya hantar listrik.

·     Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun, siswa secara berkelompok  berdiskusi tentang pengertian larutan elektrolit; serta hubungan daya hantar listrik.
Komunikatif,
rasa ingin
tahu, toleransi,
kerja keras
2 menit
·     Guru meminta setiap perwakilan dari masing-masing kelompok secara bergiliran melaporkan /  presentasikan hasil diskusinya.


·     Guru memberi umpan balik dan penguatan kepada siswa tentang materi elektrolit dan non elektrolit serta hubungannya dengan daya hantar  listrik melalui video percobaan.
·     Guru membagi soal kuis kepada siswa untuk dikerjakan secara individu

·     setiap perwakilan kelompok menyampaikan/mempersentasikan hasil diskusi kelompok dan Kelompok lain merespon atau menanggapi dengan responsif
·     Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru.





·     Siswa mengerjakan soal kuis secara individu
Komunikatif, rasa ingin tahu, kerja keras, tanggung jawab, toleransi
2 menit







1 menit

3.         KEGIATAN AKHIR (1 menit 30 detik)
Aktivitas
Nilai yang Ditanamkan
AlokasiWaktu
Guru
Siswa
·       Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran

·      Bersama guru mem-buatkesimpulan.

·      Komunikatif, tanggung jawab, kerja keras.
1 menit
·      Menginformasikan materi untuk per-temuan selanjutnya.
·     Mendengarkan infor-masi dari guru tentang materi minggu depan.
·      Rasa ingin tahu.
30 detik
·     Menutup pelajaran dan mengucapkan salam.
·      Menjawab salam.
·      Komunikatif,



IX. Media dan Sumber belajar
9.1         Media
9.1.1  LCD dan Bahan tayang berupa video
9.2       Sumber Belajar
9.2.1        Lembar kerja Siswa
    

     PENILAIAN


1.       Penilaian proses ( Penilaiansikap)
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
Instrumen Penilaian
Keterangan
1.
Religius
Pengamatan
Proses
Lembar Pengamatan
Hasil penilaian digunakan sebagai acuan pembinaan
2.
Tanggung jawab
3.
Peduli
4.
Responsif
5.
Santun

           Format lembar pengamatan
No
Nama
Aspek yang dinilai
Religius
Tanggungjawab
Peduli
Responsif
Santun
1






2






Dst
..
..
..
..
..
..

          

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                   :  SMA ............   
Mata pelajaran        :  Kimia
Kelas/Semester       :  X/Genap
Materi Pokok          :  LarutanElektrolit dan Non Elektrolit
Sub pokok              :  Mengelompokkan  Larutan Ke dalam Larutan
                                   Elektrolit dan Nonelektrolit Berdasarkan Sifat
                                   Hantaran Listrik
AlokasiWaktu         :  15 menit

I.          Kompetensi Inti (KI)
KI 1 :   Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 :   Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 :   Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4      : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

II.       Kompetensi Dasar dan Indikator
2.1     Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator :
2.1.1        Mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
2.1.2        Mensyukuri adanya keteraturan partikel dalam  larutan elektrolit sehingga dapat menghantarkan arus listrik sebagai wujud 0kebesaran Tuhan YME
2.1.3        Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Esa adalah yang terbaik di dalam kehidupan kita.
2.2     Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 
Indikator :
2.2.1        Menunjukkan rasa ingin tahu dengan antusias dalam mengikuti pembelajaran tentang larutan elektrolit dan non-elektrolit
2.2.2      Menunjukan sikap yang teliti dalam melakukan percobaan daya hantar listrik
2.2.3      Menunjukan prilaku jujur dalam menuliskan data hasil percobaan.
2.3     Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator:
2.3.1    Menunjukkan sikap santun, toleran, dan peduli lingkungan selama Pelajaran berlangsung pada saat menentukan larutan untuk menguji daya hantar listrik.
2.3.2        Menunjukkan sikap menghargai pendapat orang lain, dalam diskusi.
2.4     Menunjukkan perilaku responsive dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Indikator:
2.4.1   Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif  dengan terlibat melakukan diskusi jenis larutan untuk menentukan uji dayahantar listrik.
2.5 Menganalisis sifat  larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
Indikator:
2.5.1.   Menyebutkan jenis dan ciri-ciri dari larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit
2.5.2.   Mengelompokkan larutan kedalam larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya.



III.    Tujuan Pembelajaran
     Setelah mengikuti proses pembelajaran larutan elektrolit dan larutan  non elektrolit, peserta didik dapat:
1.         menyadari adanya keteraturan sifat hantar listrik pada larutan sebagai wujud kebesaran Tuhan YME.
2.         menunjukkansikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok.
3.         menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai, dan melaksanakan kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggung jawab.
4.         menyebutkan pengertian larutan elektrolit dan  non elektrolit.
5.         menjelaskan sifat-sifat larutan elektrolit dan  nonelektrolit  saat diskusi kelompok.
6.         mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
7.         menyimpulkan sifat larutan berdasarkan daya hantar listrik larutan elektrolit dan larutan  non elektrolit.

IV.   Pendekatan Pembelajaran
Saintifik
V.       Metode Pembelajaran
Diskusi
VI. Model Pembelajaran :
Students Teams Achievment (STAD)
VI.   Materi Ajar

Salah satu sifat larutan yang penting ialah dayahantar listrik. Oleh karena itu kita akan membahas larutan elektrolit dan non elektrolit.
1.    Penggolongan Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik
Data ekperimen uji daya hantar listrik terhadap beberapa larutan
Dari data tabel diatas, tampak bahwa:
1.      Arus listrik yang melalui larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur dapat menyebabkan lampu menyala terang dan timbul gas di sekitar elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur memiliki daya hantar listrik yang baik.
2.      Arus listrik yang melalui larutan asam cuka dan amonium hidroksida menyebabkan lampu tidak menyala, tetapi pada elektrode timbul gas. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam cuka dan amonium hidroksida memiliki daya hantar listrik yang lemah.
3.      Arus listrik yang melalui larutan gula dan larutan urea tidak mampu menyalakan lampu dan juga tidak timbul gas pada elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan gula dan larutan urea tidak dapat menghantarkan listrik.
Berdasarkan keterangan di atas, maka larutan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1.    Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, disebut larutan elektrolit.
Contoh: larutan asam sulfat, natrium hidroksida, garam dapur, asam cuka, dan amonium hidroksida.
2.      Larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, disebut larutan nonelektrolit.
Contoh: larutan gula dan larutan urea.
2.    Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah
Berdasarkan kuat-lemahnya daya hantar listrik, larutan elektrolit dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a.       Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna.
Indikator pengamatan: lampu  menyala terang dan  timbul gelembung gas pada elektrode. Contoh: larutan H2SO4, larutan NaOH, dan larutan NaCl.
b.      Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit yang mengalami sedikit ionisasi (teriontidak sempurna). Indikator pengamatan: lampu tidak menyala atau menyala redup dan timbul gelembung gas pada elektrode.
Contoh: larutan CH3COOH dan larutan NH4OH.
Secara umum, perbedaan antara larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah dapat disimpulkan sebagai berikut.
Perbedaan larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah
Gambar (a) Larutan elektrolit kuat (lampu menyala terang), (b) larutan elektrolit lemah (lampu menyala redup), dan (c) larutan nonelektrolit (lampu tidak menyala)
3.    Reaksi Ionisasi Larutan Elektrolit
Berdasarkan keterangan sebelumnya telah kita ketahui bersama bahwa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena dapat mengalami reaksi ionisasi menjadi ion-ionbermuatan listrik, sedangkan larutan nonelektrolit tidak mengalami reaksi ionisasi menjadi ion-ion bermuatan listrik.Pertanyaan yang timbul sekarang adalah bagaimana cara menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit? Silakan mengikuti pedoman penulisan reaksi ionisasi berikut ini.
Kita dapat dengan mudah menuliskan reaksi ionisasi suatu larutan elektrolit hanya dengan mengikuti pedoman penulisan reaksi ionisasi larutan elektrolit. Anda harus memahami pedoman tersebut jika ingin bisa menuliskan reaksi ionisasinya.
Pedoman penulisan reaksi ionisasi sebagai berikut.
1.      Elektrolit Kuat
a.      Asam kuat

2.      Elektrolit lemah









VIII. Langkah - langkah Pembelajaran
1.         Kegiatan Awal        : (3 menit)
AKTIVITAS
Nilai yang Ditanamkan
AlokasiWaktu
Guru
Siswa
·       Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian menanyakan kabar peserta didik.
·       Guru mempersilahkan siswa untuk berdo’a sesuai agama dan kepercayaan masing- masing

·       Guru Mengecek kehadiran peserta didik dan tugas rumah

·       Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk mengingat kembali materi sebelumnya.


·      Peserta didik menjawab salam dari guru



·      Siswa berdoa





·      Siswa mengacungkan tangan


·      Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan
·      Komunikatif
5 detik




30 detik





25 detik







Apersepsi:
·       Guru mengingatkan materi sebelumnya dan menginformasikan materi yang akan disampaikan.

Motivasi
Guru memotivasi :
·          Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata larutan. Peran larutan sangat penting diantaranya ialah cairan tubuh kita yang mengandung komponen larutan dari berbagai zat kimia, mineral yang terdapat di kulit bumi kebanyakan ditemukan dalam bentuk larutan, serta reaksi kimia di laboratorium dan industri kebanyakan berlangsung dalam bentuk larutan dan pernahkahkalian memperhatikan orang yang mencariikan di sungai dengan cara menyetrum, apa yang terjadi? Ternyata di sekitar alat setrum tersebut tiba-tiba muncul banyak ikan yang mengapung karena telah mati. Mengapa ikan-ikan disekitar alat penyetrum bisa mati? Apakah air sungai dapat menghantarkan arus listrik?

·          Dalam bab ini kita akan mempelajari tentang daya hantar listrik larutan elektrolit dan nonelektrolit

·         Guru Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran produk, proses, psikomotor, keterampilan sosial, dan karakter.
·        Siswa mengingat kembali materi sebelumnya dan mendengarkan informasi yang disampaikan guru. Salah satu siswa menjawab pertanyaan guru.
·       Siswa mendengar kan motivasi yang diberikan oleh Guru.







































·         Siswa mendengarkan Tujuan yang disampaikan oleh Guru.




·      Komunikatif
















































Komunikatif, rasa ingin tahu.
1 menit








1 menit








































2.         Kegiatan Inti (10 menit)
Aktivitas Guru
AktivitasSiswa
Nilai yang Ditanamkan
AokasiWaktu
·       Guru memabagi siswa dalam beberapa  kelompok.

.
·     Siswa membagi kelompok

Tanggung
jawab, kerja keras.
1 Menit
·      Guru membagi LKS secara berkelompok
·     Siswa mengerjakan LKS yang diberikan Guru.

30 Detik
·       Guru memberi kesempatan mengajukan pertanyaan sehubungan pengamatannya pada pendahuluan, kemudian ditawarkan kepada siswa lain untuk menjawabnya.








·       Secara berkelompok, Siswa diminta mencari informasi dari buku sumber untuk menemukan penjelasan tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit serta hubungannya dengan sifat daya hantar listrik.

·     Siswa -mencari informasi dari sumber buku unutk menjawab LKS.
Komunikatif
1 menit
·      Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun, Guru meminta siswa secara berkelompok  berdiskusi tentang pengertian larutan elektrolit; serta hubungan daya hantar listrik.

·     Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun, siswa secara berkelompok  berdiskusi tentang pengertian larutan elektrolit; serta hubungan daya hantar listrik.
Komunikatif,
rasa ingin
tahu, toleransi,
kerja keras
2 menit
·     Guru meminta setiap perwakilan dari masing-masing kelompok secara bergiliran melaporkan /  presentasikan hasil diskusinya.


·     Guru memberi umpan balik dan penguatan kepada siswa tentang materi elektrolit dan non elektrolit serta hubungannya dengan daya hantar  listrik melalui video percobaan.
·     Guru membagi soal kuis kepada siswa untuk dikerjakan secara individu

·     setiap perwakilan kelompok menyampaikan/mempersentasikan hasil diskusi kelompok dan Kelompok lain merespon atau menanggapi dengan responsif
·     Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru.





·     Siswa mengerjakan soal kuis secara individu
Komunikatif, rasa ingin tahu, kerja keras, tanggung jawab, toleransi
2 menit







1 menit

3.         KEGIATAN AKHIR (1 menit 30 detik)
Aktivitas
Nilai yang Ditanamkan
AlokasiWaktu
Guru
Siswa
·       Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran

·      Bersama guru mem-buatkesimpulan.

·      Komunikatif, tanggung jawab, kerja keras.
1 menit
·      Menginformasikan materi untuk per-temuan selanjutnya.
·     Mendengarkan infor-masi dari guru tentang materi minggu depan.
·      Rasa ingin tahu.
30 detik
·     Menutup pelajaran dan mengucapkan salam.
·      Menjawab salam.
·      Komunikatif,



IX. Media dan Sumber belajar
9.1         Media
9.1.1  LCD dan Bahan tayang berupa video
9.2       Sumber Belajar
9.2.1        Lembar kerja Siswa
    

     PENILAIAN


1.       Penilaian proses ( Penilaiansikap)
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
Instrumen Penilaian
Keterangan
1.
Religius
Pengamatan
Proses
Lembar Pengamatan
Hasil penilaian digunakan sebagai acuan pembinaan
2.
Tanggung jawab
3.
Peduli
4.
Responsif
5.
Santun

           Format lembar pengamatan
No
Nama
Aspek yang dinilai
Religius
Tanggungjawab
Peduli
Responsif
Santun
1






2






Dst
..
..
..
..
..
..

          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar